Pemdes Desa Kuto Rejo Adakan Pelatihan Pencegahan dan Rembuk Stunting Tingkat Desa 

Pemdes Desa Kuto Rejo Adakan Pelatihan Pencegahan dan Rembuk Stunting Tingkat Desa 

Kepahiang, worldSiBER.com — Pemerintah Desa Kuto Rejo, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu menggelar kegiatan pelatihan dan sosialisasi pencegahan stunting serta rembuk stunting tingkat desa tahun 2023. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya stunting dan langkah-langkah pencegahannya.

Kegiatan rembuk stunting ini dilaksanakan di Balai Desa Kuto Rejo dengan dihadiri oleh berbagai pihak penting. Hadir dalam acara tersebut Camat Kepahiang, Kepala Puskesmas, perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), tenaga ahli, serta perwakilan dari Kantor Urusan Agama (KUA). Selain itu, seluruh perangkat desa, tokoh agama, dan masyarakat setempat juga turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam diskusi ini.

Kepala Desa Kuto Rejo, yang akrab disapa Pak Kolis, menyampaikan harapannya agar masyarakat dapat memahami betapa pentingnya pencegahan stunting. Menurutnya, stunting dapat berdampak serius pada perkembangan anak, baik secara fisik maupun kognitif. Oleh karena itu, Pak Kolis berharap tidak ada lagi kasus stunting di desanya melalui upaya pencegahan dan sosialisasi yang intensif.

“Kami ingin masyarakat Kuto Rejo semakin sadar akan bahaya stunting dan bagaimana cara mencegahnya. Salah satu langkah penting adalah memperkuat imunisasi anak dan memastikan asupan gizi yang cukup bagi mereka,” ujar Pak Kolis dalam sambutannya.

Upaya pencegahan stunting di Desa Kuto Rejo tidak hanya terbatas pada pelatihan dan sosialisasi. Pemerintah desa juga telah merancang beberapa strategi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Beberapa langkah yang diambil antara lain:

1. Penguatan Imunisasi: Meningkatkan cakupan imunisasi bagi anak-anak untuk mencegah penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan mereka.
2. Peningkatan Asupan Gizi: Mengedukasi orang tua tentang pentingnya gizi seimbang bagi 3. perkembangan anak, serta memberikan bantuan makanan bergizi bagi keluarga kurang mampu.
4. Monitoring Pertumbuhan Anak: Mengadakan pemeriksaan rutin terhadap tumbuh kembang anak untuk mendeteksi dini adanya gejala stunting.

Pemberdayaan Kader Posyandu: Melibatkan kader Posyandu dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada orang tua mengenai kesehatan anak.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Kesuksesan program pencegahan stunting sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat. Pak Kolis menekankan pentingnya kerjasama ini untuk mencapai hasil yang optimal. “Tanpa dukungan dari masyarakat, program ini tidak akan berjalan dengan efektif. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang kami adakan,” tegasnya.

Tokoh agama juga memiliki peran penting dalam sosialisasi pencegahan stunting. Melalui ceramah dan pengajian, mereka dapat menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada jamaahnya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan anak sejak dini.

Dengan pelaksanaan pelatihan dan sosialisasi pencegahan stunting ini, Desa Kuto Rejo berharap dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya pencegahan stunting. Pemerintah desa juga berkomitmen untuk terus melanjutkan program-program kesehatan yang telah dirancang, serta melakukan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitasnya.

Pencegahan stunting memerlukan upaya berkelanjutan dan tidak bisa dilakukan secara instan. Pemerintah Desa Kuto Rejo menyadari hal ini dan berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program yang telah direncanakan dengan sungguh-sungguh. Selain itu, mereka juga berencana untuk memperluas cakupan program dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk sektor swasta dan organisasi non-pemerintah.

Salah satu langkah yang akan diambil adalah menggandeng sektor swasta dalam upaya pencegahan stunting. Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar Desa Kuto Rejo diharapkan dapat berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dengan demikian, dukungan finansial dan sumber daya dari sektor swasta dapat membantu mempercepat pencapaian target pencegahan stunting.

Organisasi non-pemerintah (NGO) juga diharapkan dapat berperan dalam upaya pencegahan stunting di Desa Kuto Rejo. Kerjasama dengan NGO dapat membantu dalam penyediaan layanan kesehatan, pelatihan bagi kader Posyandu, serta penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat. (Misran/Erlan )

banner 1028x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *