Fenomena Aurora Terlihat di Lintang Rendah Akibat Badai Matahari Dahsyat

Fenomena Aurora Terlihat di Lintang Rendah Akibat Badai Matahari Dahsyat

worldsiber.com – Aurora adalah salah satu fenomena langit paling memukau, di mana cahaya berwarna-warni tampak menari-nari di langit malam. Fenomena ini terjadi akibat interaksi antara medan magnet Bumi dan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari. Biasanya, aurora terlihat di wilayah lintang tinggi seperti lingkaran Arktik. Namun, badai matahari yang baru saja terjadi menyebabkan aurora terlihat hingga wilayah lintang rendah.

Badai geomagnetik terkuat dalam lebih dari dua dekade terjadi antara 10 dan 12 Mei 2024. Badai ini memicu aurora yang terlihat hingga ke selatan Florida dan Meksiko, sebuah fenomena yang sangat jarang terjadi. Dilansir dari Live Science, aurora yang terlihat di wilayah lintang rendah ini disebabkan oleh setidaknya lima badai matahari yang menghantam Bumi secara bersamaan. Badai tersebut berasal dari bintik matahari besar yang dikenal sebagai wilayah aktif 3664 (AR3664 atau AR13664), yang ukurannya 15 kali lebih besar dari Bumi.

Rentetan partikel bermuatan dari badai matahari ini bertabrakan dengan magnetosfer Bumi, menyebabkan partikel-partikel tersebut tersalurkan sepanjang garis medan magnet menuju kutub, dan menghasilkan aurora yang spektakuler. Fenomena ini terlihat lebih jelas beberapa malam setelah bulan baru di bulan Mei, ketika langit malam gelap dan tidak terhalang oleh cahaya bulan, membuat aurora yang biasanya redup menjadi lebih mudah terlihat.

Aurora menakjubkan ini diperkirakan akan muncul lagi pada 6 Juni 2024. Hal ini dikarenakan Matahari berputar pada porosnya setiap 27 hari, sehingga bintik matahari yang sempat hilang dari pandangan akan muncul kembali sekitar seminggu kemudian. Pada 20 Mei, bintik matahari tersebut memancarkan jilatan api matahari dengan kekuatan X12, yang merupakan jilatan api matahari terkuat sejak September 2017, dan diamati oleh pesawat ruang angkasa Solar Orbiter milik Badan Antariksa Eropa.

Bintik matahari AR3664/AR13664 kini telah kembali terlihat saat Matahari berputar dan akan menghadap Bumi lagi sekitar bulan baru pada 6 Juni. Ketika bintik matahari ini mencapai pusat Matahari, dari sudut pandang kita, sistem Matahari-Bumi akan paling terhubung. Pada saat itu, planet kita kemungkinan besar akan terkena cuaca matahari yang dapat memicu munculnya aurora lagi di lintang rendah.

Bulan baru pada 6 Juni akan terbit tepat 27 hari setelah 10 Mei, sehingga beberapa malam sebelum dan sesudah tanggal tersebut perlu diwaspadai jika cuaca geomagnetik ekstrem bulan lalu terulang kembali. Bintik matahari cenderung muncul lebih sering dan memicu jilatan api matahari yang lebih kuat selama puncak siklus aktivitas matahari 11 tahunan, yang dikenal sebagai solar maksimum. Para ilmuwan menduga bahwa puncak siklus maksimum saat ini mungkin sudah mulai terjadi, dan dampaknya lebih cepat serta lebih parah dari perkiraan sebelumnya. Namun, waktu puncak yang tepat baru bisa ditentukan setelah periode tersebut berakhir.

Sayangnya, fenomena aurora yang diperkirakan muncul pada 6 Juni nanti tidak akan terlihat dari Indonesia. Wilayah yang beruntung dapat melihat aurora ini adalah Eropa dan Amerika Utara.

Fenomena aurora selalu memikat perhatian karena keindahan dan keajaiban ilmiahnya. Meski kita di Indonesia tidak bisa menyaksikannya secara langsung, informasi tentang aurora ini tetap menarik untuk disimak dan dipelajari. Aurora tidak hanya memperindah langit malam, tetapi juga memberikan kita pemahaman lebih dalam tentang bagaimana Bumi dan Matahari berinteraksi.

Selain itu, aurora juga mengingatkan kita tentang pentingnya penelitian dan pengamatan ilmiah terhadap fenomena alam. Badai matahari dan aurora adalah bagian dari cuaca antariksa yang dapat mempengaruhi teknologi di Bumi, seperti satelit dan komunikasi radio. Oleh karena itu, pemantauan dan penelitian terus menerus sangat penting untuk mempersiapkan dan mengurangi dampak potensial dari fenomena ini.

Aurora adalah salah satu contoh bagaimana keindahan alam dapat memotivasi kita untuk lebih memahami lingkungan kita dan bagaimana kita berinteraksi dengan alam semesta. Dengan terus belajar dan mengeksplorasi, kita bisa menemukan lebih banyak lagi keajaiban yang ditawarkan oleh alam semesta ini.

Jadi, meskipun aurora berikutnya tidak bisa disaksikan di Indonesia, kita tetap bisa mengapresiasi dan mempelajari fenomena ini melalui berbagai media dan laporan ilmiah. Fenomena aurora adalah salah satu dari sekian banyak cara alam menunjukkan keindahannya yang luar biasa, dan menjadi pengingat bahwa kita hidup di planet yang penuh dengan keajaiban.

banner 1028x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *